Selasa, 01 Mei 2012

Profile Guru Dan Karyawan sma pesat

NAMA
:
LIDA HASANAH, S.Pd
JENIS KELAMIN
:
PEREMPUAN
TEMPAT TANGGAL LAHIR
:
BOGOR, 13 JULI 1981
PANGKAT/JABATAN
:
KEPALA SEKOLAH DAN GURU
PENDIDIKAN/JURUSAN
:
S1/BAHASA INGGRIS
MENGAJAR MATA PELAJARAN
:
BAHASA INGGRIS

NAMA
:
H. UKAT SUKATMA, S.Sos.I
JENIS KELAMIN
:
LAKI-LAKI
TEMPAT TANGGAL LAHIR
:
SUKABUMI, 7 APRIL 1975
PANGKAT/JABATAN
:
GURU
PENDIDIKAN/JURUSAN
:
S1/PAI (Pendidikan Agama Islam )
MENGAJAR MATA PELAJARAN
:
PAI(Pendidikan Agama Islam)
NAMA
:
Dra. LILIK SUNARTI
JENIS KELAMIN
:
PEREMPUAN
TEMPAT TANGGAL LAHIR
:
MAGETAN, 7 FEBRUARI 1967
PANGKAT/JABATAN
:
GURU DPK
PENDIDIKAN/JURUSAN
:
S1/PDU AKUNTANSI
MENGAJAR MATA PELAJARAN
:
EKONOMI
NAMA
:
DEWI TITA AGUSTIANI, S.S
JENIS KELAMIN
:
PEREMPUAN
TEMPAT TANGGAL LAHIR
:
SERANG, 17 AGUSTUS 1967
PANGKAT/JABATAN
:
GURU
PENDIDIKAN/JURUSAN
:
S1/SEJARAH
MENGAJAR MATA PELAJARAN
:
SOSIOLOGI
NAMA
:
D.P. ELLY SHANTY, S.Hut
JENIS KELAMIN
:
PEREMPUAN
TEMPAT TANGGAL LAHIR
:
BOGOR, 24 OKTOBER 1975
PANGKAT/JABATAN
:
GURU
PENDIDIKAN/JURUSAN
:
S1/MANAJEMEN HUTAN
MENGAJAR MATA PELAJARAN
:
FISIKA


NAMA
:
DWI HARYATI WINARNI, S.E
JENIS KELAMIN
:
PEREMPUAN
TEMPAT TANGGAL LAHIR
:
CILACAP, 21 JANUARI 1965
PANGKAT/JABATAN
:
GURU DPK
PENDIDIKAN/JURUSAN
:
S1/MANAJEMEN PERUSAHAAN
MENGAJAR MATA PELAJARAN
:
EKONOMI





NAMA
:
TAJIDIN NOOR, S.Pd
JENIS KELAMIN
:
LAKI-LAKI
TEMPAT TANGGAL LAHIR
:
TABALONG, 16 JANUARI 1963
PANGKAT/JABATAN
:
GURU
PENDIDIKAN/JURUSAN
:
S1/KIMIA
MENGAJAR MATA PELAJARAN
:
KIMIA
NAMA
:
LAELI RACHMINI A, S.Pd
JENIS KELAMIN
:
PEREMPUAN
TEMPAT TANGGAL LAHIR
:
BOGOR, 10 AGUSTUS 1984
PANGKAT/JABATAN
:
GURU
PENDIDIKAN/JURUSAN
:
S1/BAHASA, SASTRA INDONESIA & DAERAH
MENGAJAR MATA PELAJARAN
:
BAHASA INDONESIA



NAMA
:
DEDEH PURWATI, S.Si
JENIS KELAMIN
:
PEREMPUAN
TEMPAT TANGGAL LAHIR
:
BOGOR, 16 JULI 1984
PANGKAT/JABATAN
:
GURU
PENDIDIKAN/JURUSAN
:
S1/MATEMATIKA
MENGAJAR MATA PELAJARAN
:
MATEMATIKA
NAMA
:
HERU BUDI SETYAWAN, A.Md
JENIS KELAMIN
:
LAKI-LAKI
TEMPAT TANGGAL LAHIR
:
BLORA, 19 MEI 1965
PANGKAT/JABATAN
:
GURU
PENDIDIKAN/JURUSAN
:
D3/PENDIDIKAN GEOGRAFI
MENGAJAR MATA PELAJARAN
:
GEORGRAFI DAN SEJARAH
NAMA
:
ADHI PRAMANA
JENIS KELAMIN
:
LAKI-LAKI
TEMPAT TANGGAL LAHIR
:

PANGKAT/JABATAN
:
GURU
PENDIDIKAN/JURUSAN
:

MENGAJAR MATA PELAJARAN
:
PENJASORKES
NAMA
:
MUKHTI BAIHAQI, S.Hut
JENIS KELAMIN
:
LAKI-LAKI
TEMPAT TANGGAL LAHIR
:
JAKARTA, 16 JANUARI 1983
PANGKAT/JABATAN
:
GURU
PENDIDIKAN/JURUSAN
:
S1/BUDIDAYA HUTAN
MENGAJAR MATA PELAJARAN
:
BP / BK
NAMA
:
MAHRI JAELANI, S.Ag
JENIS KELAMIN
:
LAKI-LAKI
TEMPAT TANGGAL LAHIR
:
BOGOR, 6 MARET 1972
PANGKAT/JABATAN
:
GURU
PENDIDIKAN/JURUSAN
:
S1/PAI
MENGAJAR MATA PELAJARAN
:
BAHASA SUNDA
NAMA
:
HERLAN SONJAYA, BBA
JENIS KELAMIN
:
LAKI-LAKI
TEMPAT TANGGAL LAHIR
:
BOGOR, 11 APRIL 1965
PANGKAT/JABATAN
:
GURU
PENDIDIKAN/JURUSAN
:
Sarmud/EKONOMI
MENGAJAR MATA PELAJARAN
:
SENI BUDAYA
NAMA
:
MUHAMMAD TAUFIK, S.Pd
JENIS KELAMIN
:
LAKI-LAKI
TEMPAT TANGGAL LAHIR
:
BOGOR, 15 SEPTEMBER 1988
PANGKAT/JABATAN
:
GURU
PENDIDIKAN/JURUSAN
:
S1/FKIP PENDIDIKAN BIOLOGI
MENGAJAR MATA PELAJARAN
:
BIOLOGI
NAMA
:
PURWATININGSIH, S.Pd
JENIS KELAMIN
:
PEREMPUAN
TEMPAT TANGGAL LAHIR
:
BOGOR, 21 NOVEMBER 1980
PANGKAT/JABATAN
:
GURU
PENDIDIKAN/JURUSAN
:
S1/BAHASA INDONESIA
MENGAJAR MATA PELAJARAN
:
BAHASA INDONESIA
NAMA
:
SAEPUL KAMALUDDIN, A.Md
JENIS KELAMIN
:
LAKI-LAKI
TEMPAT TANGGAL LAHIR
:
BOGOR, 28 MEI 1984
PANGKAT/JABATAN
:
GURU
PENDIDIKAN/JURUSAN
:
D3/TEKNIK INFORMATIKA
MENGAJAR MATA PELAJARAN
:
TIK
NAMA
:
MUHAMMAD YASIR, SS
JENIS KELAMIN
:
LAKI-LAKI
TEMPAT TANGGAL LAHIR
:
BOGOR, 11 APRIL 1980
PANGKAT/JABATAN
:
GURU
PENDIDIKAN/JURUSAN
:
S1/SASTRA ARAB
MENGAJAR MATA PELAJARAN
:
BTQ
NAMA
:
SITI JUARIAH
JENIS KELAMIN
:
PEREMPUAN
TEMPAT TANGGAL LAHIR
:
BREBES, 12 OKTOBER 1973
PANGKAT/JABATAN
:
TATA USAHA
PENDIDIKAN/JURUSAN
:
SMA
NAMA
:
LENNY HIDAYATI, S.E
JENIS KELAMIN
:
PEREMPUAN
TEMPAT TANGGAL LAHIR
:
BOGOR, 15 OKTOBER 1979
PANGKAT/JABATAN
:
KEUANGAN
PENDIDIKAN/JURUSAN
:
S1/EKONOMI
NAMA
:
ITA PUSPITA SARI
JENIS KELAMIN
:
PEREMPUAN
TEMPAT TANGGAL LAHIR
:
BOGOR, 29 JANUARI 1987
PANGKAT/JABATAN
:
PETUGAS PERPUSTAKAAN
PENDIDIKAN/JURUSAN
:
SMA
NAMA
:
KODIR HIDAYAT
JENIS KELAMIN
:
LAKI-LAKI
TEMPAT TANGGAL LAHIR
:
BOGOR, 10 NOPEMBER 1977
PANGKAT/JABATAN
:
KARYAWAN
PENDIDIKAN/JURUSAN
:
SMK
NAMA
:
SUHENDI
JENIS KELAMIN
:
LAKI-LAKI
TEMPAT TANGGAL LAHIR
:
BANDUNG, 5 JUNI 1961
PANGKAT/JABATAN
:
KARYAWAN
PENDIDIKAN/JURUSAN
:
SMP
NAMA
:
KUSNADI
JENIS KELAMIN
:
LAKI-LAKI
TEMPAT TANGGAL LAHIR
:
BOGOR, 22 SEPTEMBER 1969
PANGKAT/JABATAN
:
KARYAWAN
PENDIDIKAN/JURUSAN
:
SMP



NAMA
:
IWAN FAHPUROJI
JENIS KELAMIN
:
LAKI-LAKI
TEMPAT TANGGAL LAHIR
:
BOGOR, 14 APRIL 1970
PANGKAT/JABATAN
:
KARYAWAN
PENDIDIKAN/JURUSAN
:
SMP
NAMA
:
HERI
JENIS KELAMIN
:
LAKI-LAKI
TEMPAT TANGGAL LAHIR
:
BOGOR, 18 JUNI 1968
PANGKAT/JABATAN
:
KARYAWAN
PENDIDIKAN/JURUSAN
:
SMP
NAMA                                 : ALIH KURNIAWAN
JENIS KELA                        : LAKI-LAKI 
TEMPAT TANGGAL LAHIR : TANGERANG, 1 JANUARI     1962
PANGKAT/JABATAN           : KARYAWAN
PENDIDIKAN/JURUSAN      : SMEA

Baca Selengkapnya »»

Jadwal Piket Guru di SMA PESAT

Jadwal Piket :

Itulah Jadwal piket guru yang ada di SMA PESAT .
terima kasih sudah mau membaca artikel ini,jangan bosan-bosan yah main ke blog ini.
Baca Selengkapnya »»

Mpk di SMA PESAT

Profil Sigkat Majelis Perwakilan Kelas (MPK)

A. Pengertian MPK
MPK adalah suatu organisasi di sekolah yang bertugas mengawasi kinerja OSIS dalam menjalankan tugas-tugasnya selama masa jabatannya berlangsung. Jabatan MPK lebih tinggi daripada OSIS karena MPK-lah satu-satunya organisasi di sekolah yang dapat memantau, mengawasi dan membantu tugas-tugas dari OSIS.
MPK adalah kepanjangan dari Majelis Perwakilan Kelas. MPK jabatannya lebih tinggi dari OSIS. Karena yang menentukan kandidat ketua OSIS adalah MPK. Untuk itu banyak sekali tugas-tugas penting yang diemban MPK. Mulai dari pemilihan sampai laporan akhir OSIS, MPK sering ikut di dalamnya. MPK bertanggungjawab atas OSIS. JIka ada OSIS yang ada masalah mengenai organisasi maka MPK wajib membantu. Jika ada OSIS yang tidak konsisten dengan pekerjaannya, maka MPK wajib dan berhak untuk mengeluarkannya dari organisasi (OSIS). MPK senantiasa memantau anak buahnya dalam menjalankan kegiatan dan tugasnya. MPK berhak menegur OSIS dan juga harus bertanggungjawab atas kegiatan OSIS.




B. Cara Kerja MPK
MPK mempunyai PK atau Perwakilan Kelas pada setiap kelas. MPK dapat menampung ide-ide dari PK yang merupakan masukan-masukan dari warga kelas tersebut. Setelah itu MPK menyerahkan ide-ide tersebut kepada OSIS untuk kemudian diseleksi kembali untuk dapat dijadikan program kerja OSIS.
Sebelum OSIS menyerahkan ataupun melaporkan program kerjanya kepada Pembina, OSIS harus merapatkannya dalam Rapat Pleno terlebih dahulu dengan MPK dan PK dengan Pembina OSIS sebagai Penengah. Rapat Pleno diadakan tida kali satu tahun, yaitu:
1. Rapat Pleno I, laporan program kerja yang akan dilaksanakan dalam 1 tahun ke depan.
2. Rapat Pleno II, laporan kinerja OSIS selama 1 semester.
3. Rapat Pleno III, laporan pertanggung jawaban OSIS dalam kerjanya selama 1 tahun.
Setiap akan menjalankan atau melaksanakan programnya, OSIS harus mengadakan rapat terlebih dahulu dengan MPK.
C. Tugas-tugas MPK
Tugas utama dari MPK adalah memantau, mengawasi dan mengevaluasi kinerja OSIS selama masa jabatannya. Selain itu

Berikut adalah tugas-tugas MPK secara keseluruhan:
1. Mengawasi, memantau dan membantu kinerja OSIS dalam melaksanakan program-programnya.
2. Mengevaluasi kinerja OSIS.
3. Mengadakan dan menyiapkan rapat Pleno.
4. Menyiapkan orasi pemilihan ketua MPK.
5. Menyiapkan orasi pemilihan ketua OSIS.
6. Menyeleksi calon anggota OSIS dan MPK untuk masa jabatan berikutnya.
7. Mengadakan PKO-PKM untuk calon ketua OSIS dan MPK.
8. Memilih calon ketua OSIS dan MPK yang akan melaksanakan orasi.
9. Tugas tambahan lainnya baik yang terprogram maupun yang incidental. Contoh: membersihkan lingkungan sekolah atas inisiatif MPK sendiri.

MAKNA “MPK yang bertanggung jawab”:
MPK selaku “kakak” dari OSIS sudah seyogianya membimbing dan menasehati OSIS, bukan menjadi saingan dalam merebut perhatian kepada sekolah. Peran MPK sesungguhnya cukup mempengaruhi kebijakan-kebijakan yang dilakukan OSIS, agar seluruh sepak-terjang OSIS merupakan tindakan konstruktif yang tidak hanya buang-buang dana.
MPK pun sebernarnya juga mempunyai kewajiban untuk selalu dan selalu menemani tiap langkah yang selalu diayunkan oleh OSIS, walaupun hanya sekedar memperhatikannya dengan mata. Agar terjadi kesepahaman antara OSIS dan MPK agar nantinya mudah dalam hal pertanggungjawaban amanah kepada Pembina lalu ke Wakasek kesiswaan kemudian ke Kepsek.

Kesimpulan:
Satu hal yang pasti dari badan organisasi ini ialah sifatnya yang berupa perwakilan resmi dari masing masing kelas dan berfungsi untuk mengawasi kinerja para pengurus OSIS. MPK ini pula yang biasanya menetapkan daftar calon pengurus OSIS utnuk kemudian dipilih menjadi Ketua.
Anggota MPK terdiri dari 2 (dua) orang perwakilan tiap kelas. Sebelum menjadi anggota MPK, terlebih dahulu dilakukan musyawarah dikelas masing-masing.

Adapun syarat-syarat anggota MPK adalah sebagai berikut:
1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Terdaftar sebagai siswa di sekolah bersangkutan.
3. Mampu menampung dan menyalurkan aspirasi kelas.
4. Dipilih berdasarkan musywarah dan tanpa paksaan atau tekanan dari pihak lain.
5. Berpasrtisipasi dan dinamis di kelasnya.
6. Memiliki jiwa pemimpin.
7. Dapat bersikap netral, tidak mementingkan kepentingan kelompoknya.
8. Berkelakuan baik.

Adapun mengenai hak dan kewajiban MPK adalah sebagai berikut:
 
1. MPK mempunyai hak:
a. Mengajukan calon pengurus OSIS berdasarkan hasil rapat di kelasnya.
b. Bersama pengurus OSIS menyusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
c. Mengajukan usul kegiatan untuk dijadikan program kerja OSIS.
d. Member kritik dan saran terhadap kinerja pengurus OSIS.
e. Meminta Laporan Pertanggungjawaban dari Pengurus OSIS.

2. MPK mempunyai kewajiban:
a. Mewakili kelasnya dalam rapat perwakilan.
b. Bersama pengrus OSIS membuat dan menetapkan Garis Besar Program Kerja (GBPK) OSIS yang disahkan oleh Pembina OSIS dan Kepala Sekolah.
c. Menampung dan menyalurkan aspirasi siswa kepa pihak sekolah.
d. Melaksanakan fungsi pengawasan terhadap kinerja pengurus OSIS selama 1 tahun.
Baca Selengkapnya »»

BASKET SMA PESAT

Basket Sma Pembangunan Satu

Bismillahirrahmanirrahim.
Hay pengunjung setia Blog Ini,apa kabar nih?
Pasti baik kan,walaupun tidak baik insya allah dengan berkunjung dan membaca postingan di blog ini kalian jadi baik,AMIN................
oke deh,postingan berikutnya adalah tentang postingan TIM BASKET SMA PESAT !
Tim Ini Pada minggu-minggu lalu telah ikut BASKET CLUB LEAGUE "BCL" yang diadaakan di Gor Padjajaran Kota Bogor,Dimana Tim basket dari Sma-Sma Lain yang ada di Kota Bogor Berkumpul untuk bertanding basket.
Tim BASKET SMA PESAT dapat pertama bertanding di league tersebut dan bertanding melawan SMAN5 Bogor,Tim kami memang mengakui bahwa SMAN5 sangat bagus bertanding,Yaa akhirnyapun Tim Basket Pesat Kalah,Tapi tak masalah asalkan kita bisa bertanding dengan JUJUR,SEMANGAT DAN PERCAYA DIRI,Kekalahan Pun tidak masalah karna Pelatih Tim Basket Kami Berkata
"Kekalahan Bukanlah Akhir Dari Segalanya,Tapi Kekalahan Adalah AWAL Untuk Menjadi pemenang "
betul bukan kata-kata pelatih kami ini. hehe..
Dan kata-kata itulah yang menjadi Motivasi bagi tim kami.Jangan menyerah untuk menjadi Pemenang.
Ayo
TIM BASKET SMA PESAT !!!
LATIHAN LAGI LEBIH GIAT,BUAT MEMBAHAGIAKAN SMA PESAT YANG KITA CINTA !
Baca Selengkapnya »»

Minggu, 29 April 2012

sejarah bandung lautan api

Do you like this story?

bandung lautan api SUATU hari di Bulan Maret 1946, dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk mengukir sejarah dengan membakar rumah dan harta benda mereka, meninggalkan kota Bandung menuju pegunungan di selatan. Beberapa tahun kemudian, lagu "Halo-Halo Bandung" ditulis untuk melambangkan emosi mereka, seiring janji akan kembali ke kota tercinta, yang telah menjadi lautan api.

Insiden Perobekan Bendera

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Kemerdekaan harus dicapai sedikit demi sedikit melalui perjuangan rakyat yang rela mengorbankan segalanya. Setelah Jepang kalah, tentara Inggris datang untuk melucuti tentara Jepang. Mereka berkomplot dengan Belanda (tentara NICA) dan memperalat Jepang untuk menjajah kembali Indonesia.

Berita pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan dari Jakarta diterima di Bandung melalui Kantor Berita DOMEI pada hari Jumat pagi, 17 Agustus 1945. Esoknya, 18 Agustus 1945, cetakan teks tersebut telah tersebar. Dicetak dengan tinta merah oleh Percetakan Siliwangi. Di Gedung DENIS, Jalan Braga (sekarang Gedung Bank Jabar), terjadi insiden perobekan warna biru bendera Belanda, sehingga warnanya tinggal merah dan putih menjadi bendera Indonesia. Perobekan dengan bayonet tersebut dilakukan oleh seorang pemuda Indonesia bernama Mohammad Endang Karmas, dibantu oleh Moeljono.

Tanggal 27 Agustus 1945, dibentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR), disusul oleh terbentuknya Laskar Wanita Indonesia (LASWI) pada tanggal 12 Oktober 1945. Jumlah anggotanya 300 orang, terdiri dari bagian pasukan tempur, Palang Merah, penyelidikan dan perbekalan.

Peristiwa yang memperburuk keadaan terjadi pada tanggal 25 November 1945. Selain menghadapi serangan musuh, rakyat menghadapi banjir besar meluapnya Sungai Cikapundung. Ratusan korban terbawa hanyut dan ribuan penduduk kehilangan tempat tinggal. Keadaan ini dimanfaatkan musuh untuk menyerang rakyat yang tengah menghadapi musibah.


Berbagai tekanan dan serangan terus dilakukan oleh pihak Inggris dan Belanda. Tanggal 5 Desember 1945, beberapa pesawat terbang Inggris membom daerah Lengkong Besar. Pada tanggal 21 Desember 1945, pihak Inggris menjatuhkan bom dan rentetan tembakan membabi buta di Cicadas. Korban makin banyak berjatuhan.

Bandoeng Laoetan Api

Ultimatum agar Tentara Republik Indonesia (TRI) meninggalkan kota dan rakyat, melahirkan politik "bumihangus". Rakyat tidak rela Kota Bandung dimanfaatkan oleh musuh. Mereka mengungsi ke arah selatan bersama para pejuang. Keputusan untuk membumihanguskan Bandung diambil melalui musyawarah Majelis Persatuan Perjuangan Priangan (MP3) di hadapan semua kekuatan perjuangan, pada tanggal 24 Maret 1946.

Kolonel Abdul Haris Nasution selaku Komandan Divisi III, mengumumkan hasil musyawarah tersebut dan memerintahkan rakyat untuk meninggalkan Kota Bandung. Hari itu juga, rombongan besar penduduk Bandung mengalir panjang meninggalkan kota.

Bandung sengaja dibakar oleh TRI dan rakyat dengan maksud agar Sekutu tidak dapat menggunakannya lagi. Di sana-sini asap hitam mengepul membubung tinggi di udara. Semua listrik mati. Inggris mulai menyerang sehingga pertempuran sengit terjadi. Pertempuran yang paling seru terjadi di Desa Dayeuhkolot, sebelah selatan Bandung, di mana terdapat pabrik mesiu yang besar milik Sekutu. TRI bermaksud menghancurkan gudang mesiu tersebut. Untuk itu diutuslah pemuda Muhammad Toha dan Ramdan. Kedua pemuda itu berhasil meledakkan gudang tersebut dengan granat tangan. Gudang besar itu meledak dan terbakar, tetapi kedua pemuda itu pun ikut terbakar di dalamnya. Staf pemerintahan kota Bandung pada mulanya akan tetap tinggal di dalam kota, tetapi demi keselamatan maka pada jam 21.00 itu juga ikut keluar kota. Sejak saat itu, kurang lebih pukul 24.00 Bandung Selatan telah kosong dari penduduk dan TRI. Tetapi api masih membubung membakar kota. Dan Bandung pun berubah menjadi lautan api.

Pembumihangusan Bandung tersebut merupakan tindakan yang tepat, karena kekuatan TRI dan rakyat tidak akan sanggup melawan pihak musuh yang berkekuatan besar. Selanjutnya TRI bersama rakyat melakukan perlawanan secara gerilya dari luar Bandung. Peristiwa ini melahirkan lagu "Halo-Halo Bandung" yang bersemangat membakar daya juang rakyat Indonesia.

Bandung Lautan Api kemudian menjadi istilah yang terkenal setelah peristiwa pembakaran itu. Banyak yang bertanya-tanya darimana istilah ini berawal. Almarhum Jenderal Besar A.H Nasution teringat saat melakukan pertemuan di Regentsweg (sekarang Jalan Dewi Sartika), setelah kembali dari pertemuannya dengan Sutan Sjahrir di Jakarta, untuk memutuskan tindakan apa yang akan dilakukan terhadap Kota Bandung setelah menerima ultimatum Inggris.

Jadi saya kembali dari Jakarta, setelah bicara dengan Sjahrir itu. Memang dalam pembicaraan itu di Regentsweg, di pertemuan itu, berbicaralah semua orang. Nah, disitu timbul pendapat dari Rukana, Komandan Polisi Militer di Bandung. Dia berpendapat, “Mari kita bikin Bandung Selatan menjadi lautan api.” Yang dia sebut lautan api, tetapi sebenarnya lautan air”
A.H Nasution, 1 Mei 1997

Istilah Bandung Lautan Api muncul pula di harian Suara Merdeka tanggal 26 Maret 1946. Seorang wartawan muda saat itu, yaitu Atje Bastaman, menyaksikan pemandangan pembakaran Bandung dari bukit Gunung Leutik di sekitar Pameungpeuk, Garut. Dari puncak itu Atje Bastaman melihat Bandung yang memerah dari Cicadas sampai dengan Cimindi.

Setelah tiba di Tasikmalaya, Atje Bastaman dengan bersemangat segera menulis berita dan memberi judul Bandoeng Djadi Laoetan Api. Namun karena kurangnya ruang untuk tulisan judulnya, maka judul berita diperpendek menjadi Bandoeng Laoetan Api
Baca Selengkapnya »»

Dibalik senyum monalisa

Do you like this story?SEBUAH senyum ternyata bisa memancing banyak interpretasi, teori, polemik, film, lagu, puisi bahkan parodi. Sementara sang empunya senyum mungkin hanya sekedar tersenyum saja dan tidak memiliki maksud apapun dari senyumannya itu karena hingga kini dia hanya terpaku diam di dinding Museum Louvre, Perancis. Itulah senyum Monalisa, sebuah ekspresi dari lukisan karya maestro Leonardo da Vinci. Lukisan Monalisa sampai saat ini dipercaya merupakan karya seni yang paling banyak dilihat orang sedunia. Bagaimana tidak, jutaan salinan lukisan ini telah dibuat dan beredar di seluruh dunia, sementara lukisan aslinya yang dipajang di Museum Louvre dipelototi oleh ribuan pengunjung setiap hari. Lalu mengapa lukisan ini menjadi sangat terkenal? Berikut sepenggal kisah asal-usul dan beberapa fakta menarik tentang lukisan Monalisa.

Asal-usul Monalisa
Lukisan Monalisa yang juga dikenal sebagai La Gioconda di Italia dan La Joconde di Perancis diyakini banyak kalangan dilukis oleh Leonardo da Vinci pada era Renaisans yaitu tepatnya di tahun 1503. Sementara subyek lukisannya menurut sejumlah sejarawan adalah seorang wanita asal kota Florence, Italia yang bernama Lisa del Giocondo atau Lisa Gherardini, isteri dari seorang pengusaha sutera kaya, Francesco del Giocondo.


Leonardo da Vinci mengerjakan lukisan potret ini hingga tahun 1506 dan sayangnya ia tidak meninggalkan catatan apapun dalam karya legendaris tersebut hingga akhir hayat pada tahun 1519. Namun hal inilah yang membuat Monalisa menjadi masyhur karena para sejarawan mengajukan beragam teori tentang lukisan ini baik berupa motif pribadi da Vinci dalam melukis, subyek lukisan, kapan lukisan dibuat, siapa pemilik sah lukisan dan tentu saja: makna senyum si Monalisa.

Leonardo da Vinci_self portrait, Leonardo da Vinci, renaissance, La Gioconda, La Joconde, Lisa del Giocondo, florence, louvre museum
Leonardo da Vinci

Lukisan Monalisa menggambarkan potret setengah badan seorang wanita usia pertengahan 20an yang berpose di sebuah teras gedung. Berbeda dengan sejumlah model lukisan potret pada masa itu yang umumnya berpose tegak lurus dan kaku, model lukisan ini terlihat santai menyilangkan tangannya di pegangan kursi sambil mengembangkan senyum tipis yang sangat misterius. Lukisan ini menjadi khas juga karena sang model lukisan tidak memakai perhiasan apapun di tubuhnya dan bahkan tidak mempunyai alis mata!

Namun sebenarnya lukisan Monalisa tidak terlalu terkenal hingga pertengahan era 1800an ketika para seniman aliran Simbolik memuji Monalisa sebagai simbol kemisteriusan wanita. Sejak saat itu Monalisa menjadi inspirasi berbagai macam puisi, lagu dan drama. Semakin terkenal lagi ketika lukisan ini dicuri pada tahun 1911 dan untungnya dua tahun kemudian diketemukan.

Perjalanan panjang Monalisa
Monalisa merupakan salah satu karya kesayangan Leonardo da Vinci. Ini terbukti karena da Vinci terus membawa lukisan tersebut kemana pun dia pergi hingga akhir hayat. Tahun 1516, da Vinci diundang melukis ke Perancis oleh Raja Francois I. Raja yang kagum terhadap karya-karya da Vinci membeli sejumlah lukisan sang maestro termasuk lukisan Monalisa dan kemudian memajangnya di istana Château Fontainebleau. Selanjutnya, Raja Louis XIV memindahkan lukisan ke istana Versailles. Setelah Revolusi Perancis, lukisan berpindah lagi ke istana (sekarang museum) Louvre. Penguasa terkenal pasca Revolusi Perancis, Napoleon I bahkan pernah menggantung lukisan Monalisa di kamar pribadinya.

Peristiwa menggemparkan terjadi pada 21 Agustus 1911 ketika Monalisa dicuri oleh seorang karyawan museum berkebangsaan Italia, Vincenso Peruggia. Dia menyimpan Monalisa selama dua tahun di loteng kamarnya di Paris. Tahun 1913, Peruggia membawa pulang Monalisa ke Italia dan mencoba menjualnya. Dia kemudian tertangkap, namun masyarakat Italia malah menganggap Peruggia sebagai pahlawan karena berhasil ‘memulangkan’ Monalisa ke tanah airnya. Setelah dipamerkan ke publik, Pemerintah Italia akhirnya memulangkan Monalisa kembali ke ‘rumah’ di Museum Louvre, Perancis.

Tahun 1962, Monalisa sempat berkunjung ke negara Paman Sam, AS untuk dipamerkan di museum National Gallery. Tahun 1974, bertualang ke Moskow dan Tokyo, di mana jumlah pengunjung pameran hampir mencapai dua juta orang hanya dalam beberapa hari saja. Sebuah rekor jumlah kunjungan museum yang belum terpecahkan hingga sekarang.

Banyak yang menyukai lukisan Monalisa namun tidak sedikit pula yang membencinya. Tahun 1956, Monalisa dilempari asam hingga menyebabkan sedikit kerusakan di bagian bawah lukisan. Selanjutnya terkena lemparan batu yang menyebabkan lukisan lecet di beberapa bagian. Tahun 1974, Pemerintah Jepang menghadiahi Monalisa bingkai kaca anti peluru yang berpenyejuk udara. Sejak saat itu Monalisa mulai aman dari gangguan tangan-tangan jahil.

pengunjung louvre, louvre museum, leonardo da vinci, renaissance, La Gioconda, La Joconde, Lisa del Giocondo

Sejumlah fakta menarik lain tentang Monalisa
  • Monalisa dilukis di atas kanvas kulit kayu menggunakan cat minyak dan berukuran 77 x 53 cm.
  • Mona dalam bahasa Italia adalah singkatan untuk madonna yang artinya adalah "nyonyaku". Sehingga judul lukisan artinya adalah Nyonya Lisa. Dalam bahasa Italia biasanya judul lukisan ditulis sebagai Monna Lisa (dengan ‘n’ ganda).
  • La Gioconda adalah bentuk feminin dari Giocondo. Kata giocondo dalam bahasa Italia artinya adalah "riang" dan la gioconda artinya adalah "wanita riang". Berkat senyum Mona Lisa yang misterius, frasa ini memiliki makna ganda. Begitu pula terjemahannya dalam bahasa Perancis; La Joconde.
  • Nama Mona Lisa dan La Gioconda atau La Joconde menjadi judul lukisan yang diterima secara luas semenjak abad ke-19. Sebelumnya lukisan ini disebut dengan berbagai nama seperti "Wanita dari Firenze" atau "Seorang wanita bangsawan dengan kerudung tipis".
  • Lisa del Giocondo (Lisa Gherardini) atau Monna Lisa lahir tahun 1479 dan berusia sekitar 24 tahun ketika Leonardo da Vinci melukisnya.
  • Tahun 1625, seorang bangsawan Inggris, Duke of Buckingham mengajukan tawaran membeli lukisan Monalisa.
  • Seniman terkenal Italia, Pablo Picasso sempat diinterogasi polisi Italia saat lukisan Monalisa hilang. Ini karena Picasso sebelumnya diketahui membeli beberapa arca curian dari Museum Louvre beberapa bulan sebelum Monalisa hilang.
  • Tahun 1919, seniman aliran Dadais, Marcel Duchamp melukis parodi Monalisa bertajuk L.H.O.O.Q. Dalam lukisan ini Monalisa ditambahkan kumis dan jenggot. L.H.O.O.Q. menjadi sama tenarnya dengan Monalisa.
  • Marcel_Duchamp_Mona_Lisa_LHOOQ, L.H.O.O.Q., karya unik monalisa, louvre museum, leonardo da vinci, renaissance, La Gioconda, La Joconde, Lisa del Giocondo, florence
  • La Joconde a le sourire (Monalisa masih tersenyum) adalah sebuah sandi rahasia saat Perang Dunia II untuk menandakan bahwa sejumlah barang seni koleksi Negara telah diamankan.
  • Tahun 2000, Eric Harshbarger menyusun sketsa Monalisa menggunakan mainan Lego, sementara Karen Eland melukis Monalisa menggunakan bahan kopi.
  • Lukisan Monalisa terkecil dibuat oleh Yves Gerard yang berukuran 9x13 milimeter. Sementara lukisan yang terbesar (Mega Mona) dibuat oleh Karen Savell yang berukuran 44x62 inci.
  • monalisa terbesar, monalisa terkecil, karya unik monalisa, louvre museum, leonardo da vinci, renaissance, La Gioconda, La Joconde, Lisa del Giocondo, florence
  • Karakter Monalisa sempat muncul dalam serial kartun “Kura-kura Ninja” di episode 'Raphael Meets His Match'. Tiga anggota kura-kura Ninja: Raphael, Leonardo, dan Donatello membantu Monalisa mencari penjahat yang telah mengubahnya menjadi mutan Big Grin
  • Tahun 2000 digelar sebuah pameran besar dengan tajuk Seratus Senyum Monalisa (The 100 Smiles of Mona Lisa) yang memamerkan beragam salinan lukisan Monalisa sejak abad ke-19.
  • Sebelum berkunjung ke AS pada tahun 1962, Monalisa ditaksir untuk kepentingan asuransi dan nilainya adalah 100 juta dolar AS. Hingga saat ini Monalisa tidak diasuransikan karena sudah dianggap sebagai aset Negara oleh pemerintah Perancis.
  • Sebuah tayangan dari National Geographic berjudul "Testing the Mona Lisa" mengungkap bahwa Monalisa ternyata sedang hamil saat dilukis.
  • Tahun 2005, sejumlah peneliti dari Universitas Amsterdam mengungkap penelitian mereka tentang senyum Monalisa yaitu: 83% bahagia, 9% jijik, 6% takut, 2% marah, -1% netral, 0% terkejut.
  • Januari 2010, Dr Vito Franco, profesor anatomi patologi dari Universitas Palermo berteori bahwa Monalisa saat dilukis pada 1503 mengalami kegemukan dan berkolesterol tinggi.
  • Museum Vernon di AS mengklaim lukisan Monalisa mereka adalah lukisan asli. Monalisa versi Vernon memiliki subyek yang lebih muda dan lukisannya agak sedikit lebih lebar.
Kontroversi tak berujung
Sampai sekarang Monalisa masih diliputi tanda tanya besar terutama yang berkaitan dengan subyek lukisannya. Memang pendapat umum yang diterima semua kalangan Monalisa adalah Lisa del Giocondo (Lisa Gherardini), tapi ada ahli yang mengatakan bahwa Monalisa sebenarnya adalah potret diri Leonardo da Vinci yang dilukis berwujud perempuan, sementara ada juga yang mengatakan Monalisa adalah ibu kandung da Vinci. Pendapat lain mengatakan Monalisa adalah Pacifica Brandano, Constanza d'Avalos dan bahkan Isabella of Aragon yang merupakan isteri terakhir dari da Vinci. Jelasnya, siapapun yang dilukis oleh da Vinci dalam lukisan Monalisa hanya dia dan Tuhan yang tahu!
Baca Selengkapnya »»